Komet dan Asteroid   

     

        Tata surya ini tidak hanya terdiri dari Matahari, sembilan planet dan bulan saja. Masih ada dua jenis benda langit yang juga ikut mengitari Matahari, asteroid dan bintang berekor atau sering disebut komet. Saat jauh dari Matahari, gas komet ini menjadi beku. Kemunculan bintang berekor ini kadang-kadang diartikan akan datangnya sebuah bencana atau malapetaka. Di th.1705 seorang ahli astronom dari Inggris Edmund Halley menghitung kemunculan komet yang sama terjadi di th.1531, 1607, 1682, obyek ini mengitari Matahari setiap 76 tahun sekali. Ia mengatakan bahwa pada th.1758-9 komet ini akan tampak lagi, dan ternyata terbukti benar.

Sebuah benda langit yang memiliki ekor ini berasal dari istilah Yunani kometes yang artinya bintang berbulu. Perjalanan kisaran komet ini jauh lebih panjang daripada planet. Saat lintasan bintang berekor ini berada pada jarak terjauh dari Matahari, ia kira-kira sudah mencapai setengah perjalanan menuju bintang terdekat atau jaraknya sekitar 16 trilyun kilometer dari Matahari. Namun saat lintasannya mendekat, jarak dari Matahari hanya sekitar 58 juta km lebih dekat daripada jarak planet Mercurius terhadap Matahari.

Dengan begitu banyaknya obyek diruang angkasa, sampai saat ini para ahli belum tahu pasti tentang asal usul bintang berekor ini. Namun menurut teori, komet ini berasal dari ketika awal tata surya ini terbentuk dari awan debu.

Kadang-kadang gravitasi komet ini berpengaruh terhadap planet. Sewaktu bergerak memasuki daerah tata surya kita, bintang ini menjadi hangat dan jelas terlihat sebagai bintang berekor. Pada jarak sejauh Mars gasnya mulai menguap dan menghasilkan awan yang melintang sepanjang 160.000 km sebagaimana disebutnya koma. Jantung koma pada komet ini bersinar seperti bintang, dan disekitar koma ini dikelilingi oleh awan hidrogen tipis yang tidak kelihatan dari bumi. Yang mengalir dari koma ini adalah ‘ekor’ gas yang menguap dan debu, yang hamparannya bisa lebih panjang dari jarak Matahari kebumi. Sesungguhnya, obyek ini bergerak jelas pada malam hari namun tak dapat dlihat dengan mata telanjang. Komet ini bergerak dengan kecepatan 160.000 km/ jam, tergantung saat dekat dengan Matahari.

Jika lintasan komet dekat dengan sebuah planet, kekuatan gravitasi planet itu kemungkinan dapat menariknya kedalam orbit yang lebih kecil dan lebih dekat terhadap Matahari, dimana hal ini bisa mewujudkan obyek pemandangan yang teratur dan menarik diatas langit. Kecerahan ekor komet ini adalah karena radiasi Matahari yang menggurah gas dan debu dari koma. Walaupun ekor gas komet ini hilang diangkasa raya, namun debunya berlanjut mengelilingi Matahari. Rata-rata debunya sebesar pasir dan sering melintasi atmosfir bumi sebagai meteor namun akan terbakar jauh sebelum mencapai tanah. Dimalam terang, setiap jamnya ada lima atau enam meteor dapat dilihat mata. Pemandangan yang spektakuler terjadi di th.1966 dengan adanya hujan meteor yang disebut meteor Leonid. Lebih dari 100 meteor setiap menitnya terbakar di atmosfir, beberapa diantaranya menyala sebesar bola seperti bulan.

550 juta km antara jarak renggang Mars dan Jupiter, disana terdapat puluhan ribu batuan dan metal yang besar ukurannya dari ratusan kilometer sampai beberapa meter saja. Benda tersebut adalah asteroid.

Di th.1772 seorang ahli astronomi dari Jerman Johann Bode mengkaji planet yang diketahui saat itu. Menurut hukum Bode, disana terdapat planet yang hilang diantara Mars dan Jupiter. Kemudian di th.1801 seorang astronom Italia Giuseppi Piazzi, secara kebetulan menemukan obyek kecil dalam suatu orbit yang hampir tepat sebagaimana diprediksikan oleh hokum Bode. Obyek ini dinamakannya Ceres, dan ini adalah asteroid terbesar pertama yang diketemukan dan bergaris tengah 960 km. Sampai abad ke 20 ini diperkirakan ada sekitar 100.000 asteroid diketemukan. Diantaranya yang paling terang adalah Pallas yang melintang sebesar 560 km, Vesta 520 km dan Juno 240 km. Beberapa asteroid memiliki orbit eksentrik.diluar orbit antara Mars dan Jupiter. Asteroid Icarus bisa dekat dengan bumi. Di th.1968 asteroid ini melintasi bumi pada jarak 6,5 juta km. Tapi asteroid yang melintas paling dekat dengan bumi adalah Hermes. Di th.1937 asteroid ini melintasi bumi hanya pada jarak 640.000 km, kurang dari dua kali jarak bulan. Pernah dipercayai bahwa asteroid ini adalah pecahan dari planet yang meledak. Namun tak lama teori ini tidak dapat diterima oleh para ahli astronomi karena jika volume asteroid ini digabung menjadi satu masih jauh lebih kecil daripada bulan. Disamping itu tak ada yang dapat meyakinkan dan menjelaskan mengapa sebuah planet tiba-tiba bisa meledak.

Kemudian, darimanakah asteroid ini? Kebanyakan para astronom mempercayai bahwa benda ini adalah puing yang tertinggal dari formasi planet. Dan puing pecahan asteroid ini dapat pula mencapai bumi dalam bentuk meteor. Di th.1965 meteor seberat 45.5 kg pernah jatuh dalam pecahan di Barwell, Inggris. Dan meteor terbesar seberat 70 ton yang terdiri dari besi dan nikel telah diketemukan di Hoba, Namibia. Meteor ini diperkirakan jatuh pada masa pra-sejarah.



Alam Semesta dan Asal Usulnya
 

 
Make a Free Website with Yola.